SUNNI (Ahli Sunah Waljama’ah) Tugas AIK 4

SUNNI (Ahli Sunah Waljama’ah)

Image

2.1 Pengertian Sunni

Sunni merupakan Ahl al-Sunnah wa al-Jama’ah atau Ahlus-Sunnah wal Jama’ah atau lebih sering disingkat Ahlul-Sunnah atau Sunni. Ahlussunnah adalah mereka yang senantiasa tegak di atas Islam berdasarkan Al Qur’an dan hadits yang shahih dengan pemahaman para sahabat, tabi’in, dan tabi’ut tabi’in. Sekitar 90% umat Muslim sedunia merupakan kaum Sunni, dan 10% menganut aliran Syi’ah.

Dasar Ahl al-Sunnah wa al-Jama’ah  adalah sabda Rasulullah SAW yang berbunyi :

الفرقة الناجية : هى ما انا عليه واصحاب

“ Golongan yang selamat dan akan masuk surga adalah golongan yang berpegang dengan apa-apa yang aku kerjakan bersama sahabat-sahabatku.”[1]

Ahlussunnah wa Al Jamaah, bisa difahami bahwa definisi Ahlussunnah wa Al jamaah ada dua bagian yaitu: definisi secara umum dan definisi secara khusus .
Definisi Aswaja Secara umum adalah : satu kelompok atau golongan yang senantiasa komitmen mengikuti sunnah Nabi SAW. Dan Thoriqoh para shabatnya dalam hal aqidah, amaliyah fisik ( fiqih) dan hakikat ( Tasawwuf dan Ahlaq ) .

Sedangkan definisi Aswaja secara khusus adalah : Golongan yang mempunyai I’tikad / keyakinan yang searah dengan keyakinan jamaah Asy’airiyah dan Maturidiyah.

Sunnah secara harfiah berarti tradisi. Ahl as Sunnah berarti orang-orang yang secara konsisten mengikuti tradisi Nabi dalam tuntunan lisan maupun amalan beliau serta sahabat beliau.

Maturidiyah dan asy’ariyah termasuk golongan ahlussunah. Dalam surat Syaikh al azhar, Salim al Bisyri, kepada seorang tokoh Syiah, yaitu Abdul Husein Syariffuddin al Musawi, dipahami bahwa yang dimaksud ahlussunah adalah goongan terbesar kaum muslim yang mengikuti aliran asy’ari dalam urusan aqidah dan keempat imam mahzab—maliki, syafi’I, ahmad bin hambal, dan hanafi—dalam urusan syariah[2]

Dalam al Farqu bain al Firaq (Abu al khair bin thaher al Baghdadi) menyatakan dengan pasti bahwa termasuk pula dalam kategori ahlussunah adalah pengikut al auza’iy (88-150 H), ats tsaury (w. 161 H), Ibn Abi Laila, dan Ahl Adh Dhahir. Ini dalam bidang fiqh. Sedang dalam bidang aqidah, tokoh-tokoh utama faham ini adalah Imam abu Hasan Al Asy’ari (w. 324 H), al Baqillani (403 H), Imam al haramain al Juwaini (w. 478 H) dan yang paling berperan dalam penyebarannya adalah Imam al Ghazali (w. 505)
Menurut Muhammad ‘Imarah (Guru Besar Universitas Al Azhar, Mesir):

’’Ahlussunah adalah mayoritas umat islam yang anutannya menyatakan bahwa perbuatan manusia diciptakan oleh Allah dan bahwa baik dan buruk adalah karena qadha dan qadarnya (dengan demikian mereka adalah pengikut Jabariyah (paham fatalisme) yang moderat)’’. [3]

Sunni enggan membicarakan pergulatan/perselisihan sahabat-sahabat Nabi menyangkut kekuasaan. Mereka juga memperurutkan keutamaan Khulafa ar Rasyidin sesuai dengan urutan masa kekuasaan mereka. Mereka membaiat siapa yang memegang tampuk kekuasaan, baik penguasa yang taat maupun durhaka, dan menolak revolusi dan pembngkangan sebagai cara untuk mengubah ketidak adilan dan penganiayaan. Merka berpendapat bahwa rezeki bersumber dari Allah yang dianugerahkannya kepada hamba-hambanya, baik rezeki itu halal maupun haram (berbeda dengan Mu’tazilah yang menyatakan bahwa (yang dinamai) rezeki terbatas pada yang halal bukan yang haram.

Sumber penetapan hukum Sunni:
1. Al Qur’an
2. Sunnah
3. Ijma’ (Consensus Ulama)
4. Qiyas (Analogi)[4]

2.2  Sejarah  Sunni

Dahulu di zamaan Rasulullaah SAW. kaum muslimin dikenal bersatu, tidak ada golongan ini dan tidak ada golongan itu, tidak ada aliran ini dan tidak ada aliran itu, semua dibawah pimpinan dan komando Rasulullah SAW.

Bila ada masalah atau beda pendapat antara para sahabat, mereka langsung datang kepada Rasulullah SAW. itulah  yang membuat para sahabat saat itu tidak sampai terpecah belah, baik dalam masalah akidah, maupun dalam urusan duniawi.

Kemudian setelah  Rasulullah SAW. wafat, benih-benih perpecahan mulai tampak dan puncaknya terjadi saat Imam Ali menjadi khalifah. Namun perpecahan tersebut hanya bersifat politik, sedang akidah mereka tetap satu yaitu akidah Islamiyah, meskipun saat itu benih-benih penyimpangan dalam akidah sudah mulai ditebarkan oleh Ibin Saba’, seorang yang dalam sejarah Islam dikenal sebagai pencetus faham Syiah (Rawafid).

Tapi setelah para sahabat wafat, benih-benih perpecahan dalam akidah tersebut mulai membesar, sehingga timbullah faham-faham yang bermacam-macam yang menyimpang dari ajaran Rasulullah SAW.

Saat itu muslimin terpecah dalam dua bagian, satu bagian dikenal sebagai golongan-golongan ahli bid’ah, atau kelompok-kelompok sempalan dalam Islam, seperti Mu’tazilah, Syiah (Rawafid), Khowarij dan lain-lain. Sedang bagian yang satu lagi adalah golongan terbesar, yaitu golongan orang-orang yang tetap berpegang teguh kepada apa-apa yang dikerjakan dan diyakini oleh Rasulullah SAW. bersama sahabat-sahabatnya.

Golongan yang terakhir inilah yang kemudian menamakan golongannya dan akidahnya Ahlus Sunnah Waljamaah. Jadi golongan Ahlus Sunnah Waljamaah adalah golongan yang mengikuti sunnah-sunnah nabi dan jamaatus shohabah.

Hal ini sesuai dengan hadist Rasulullah SAW : bahwa golongan yang selamat dan akan masuk surga (al-Firqah an Najiyah) adalah golongan yang mengikuti apa-apa yang aku (Rasulullah SAW) kerjakan bersama sahabat-sahabatku.

Akan tetapi ada juja Beberapa pendapat yang menyatakan bahwa kelompok ahlussunah muncul sebagai reaksi atas paham Mu’tazilah, yang dimotori oleh Washil bin Atha (w. 131 H) yang sangat mengandalkan akal dalam memahami dan menjelaskan ajaran-ajaran islam.

Dengan demikian akidah Ahlus Sunnah Waljamaah adalah akidah Islamiyah yang dibawa oleh Rasulullah  dan golongan Ahlus Sunnah Waljamaah adalah umat Islam.  Lebih jelasnya, Islam adalah Ahlus Sunnah Waljamaah dan Ahlus Sunnah Waljamaah itulah Islam. Sedang golongan-golongan ahli bid’ah, seperti Mu’tazilah, Syiah(Rawafid) dan lain-lain, adalah golongan yang menyimpang dari ajaran Rasulullah SAW yang berarti menyimpang dari ajaran Islam.

Dengan demikian akidah Ahlus Sunnah Waljamaah itu sudah ada sebelum Allah menciptakan Imam Ahmad, Imam Malik, Imam Syafii dan Imam Hambali. Begitu pula sebelum timbulnya ahli bid’ah atau sebelum timbulnya kelompok-kelompok sempalan.

Akhirnya yang perlu diperhatikan adalah, bahwa kita sepakat bahwa Ahlul Bait adalah orang-orang yang mengikuti sunnah Nabi SAW. dan mereka tidak menyimpang dari ajaran nabi. Mereka tidak dari golongan ahli bid’ah, tapi dari golongan Ahlus Sunnah.

2.3  Ajaran Dalam  Sunni

Dalam kenyataannya, antara ahlu Syiah dengan ahlu Sunnah, ialah merupakan aliran islam yang diantara keduannya memiliki banyak perbedaan dalam ajarannya.sebetulnya perbedaan itu hanya menyangkut hal yang tidak prinsipil. Misalnya, mengenai imamah (kepemimpinan) mau pun dalam hal fiqhiyah, perbedaan dalam hal furu’iyah (ranting), bukan pokok. Akan tetapi karena karena perbedaan itu,  Syiah tidak bisa disebut sekte (diluar Islam, menjadi agama tersendiri).

Sunni dan Syiah menjadikan Al Qur’an dan Sunnah sebagai rujukan utama dalam menetapkan hukum. Hanya saja, pengertian Sunnah dalam Sunni terbatas pada ucapan, perbuatan, dan pembenaran Nabi atas apa yang diucapkan/dilakukan sahabat-sahabat beliau. Dalam pandangan Syiah, Sunnah mencakup juga ucapan dan tradisi Imam. Sunni dan Syiah mengakui Ijma’ (consensus) sebagai salah satu sumber hukum, walau terdapat perbedaan dalam rinciannya. Dalam Syiah, Ijma adalah consensus para pakar agama mengenai pandangan Imam menyangkut suatu masalah sedangkan dalam Sunni Ijma adalah consensus para ulama dalam masalah apapun. Qiyas (analogi) tidak dijadikan sumber penetapan hukum oleh syiah, namun mereka menempatkan akal dalam kedudukan yang cukup tinggi sehingga apapun yang dibenarkan oleh akal sehat, maka hal tersebut data diterima oleh agama.[5]

Melihat pentingnya persoalan tersebut, maka di bawah ini kami nukilkan sebagian dari ajaran-ajaran yang dianut dan dipercayai oleh sunni.

1. Rukun Iman ada 6 (enam) :

a)      Iman kepada Allah

b)      Iman kepada Malaikat-malaikat Nya

c)      Iman kepada Kitab-kitab Nya

d)      Iman kepada Rasul Nya

e)      Iman kepada Yaumil Akhir / hari kiamat

f)       Iman kepada Qadar, baik-buruknya dari Allah.

2. Dua kalimat syahadat, sunni percaya kepada Allah dan Nabi Muhammad sebagai rasul ALLAH.

3.. Adapunjumlah imam-imam Ahlussunnah tidak terbatas. Selalu timbul imam-imam, sampai hari kimat.Karenanya membatasi imam-imam hanya dua belas (12) atau jumlah tertentu, tidak dibenarkan.

4.Khalifah (Imam) adalah manusia biasa, yang tidak mempunyai sifatMa’shum.

Berarti mereka dapat berbuat salah/ dosa/ lupa. Karena sifat Ma’shum, hanya dimiliki oleh para Nabi.

5. Dilarang mencaci-maki para sahabat.

6. Siti Aisyah istri Rasulullah sangat dihormati dan dicintai. Beliau adalah Ummul Mu’minin.

7. Kitab-kitab hadits yang dipakai sandaran dan rujukan Ahlussunnah adalah Kutubussittah :

a)      Bukhari

b)      Muslim

c)      Abu Daud

d)      Turmudzi

e)      Ibnu Majah

f)       An Nasa’i

(kitab-kitab tersebut beredar dimana-mana dan dibaca oleh kaum Muslimin sedunia).

 Al-Qur’an tetap orisinil

8. Surga diperuntukkan bagi orang-orang yang taat kepada Allah dan Rasul Nya.

Neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang tidak taat kepada Allah dan Rasul Nya.

9. Aqidah Raj’Ah tidak ada dalam ajaran Ahlussunnah. Raj’ah adalah besok diakhir zaman sebelum kiamat, manusia akan hidup kembali. Dimana saat itu Ahlul Bait akan balas dendam kepada musuh-musuhnya.

10.Mut’ah (kawin kontrak), sama dengan perbuatan zina dan hukumnya haram.

11. Khamer/ arak tidak suci.

12. Air yang telah dipakai istinja’ (cebok) dianggap tidak suci.

13.  Diwaktu shalat meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri hukumnya sunnah.

14. Mengucapkan Amin diakhir surat Al-Fatihah dalam shalat adalah sunnah.

15.  Shalat jama’ diperbolehkan bagi orang yang bepergian dan bagi orang yang mempunyai udzur syar’i.

16. Shalat Dhuha disunnahkan.

17. Di sisi lain Sunni menyerukan suksesi berdasarkan seleksi dan konsensus yang dilakukan oleh rakyat yang diwakili oleh Ahlul Halli wa al-Aqdi dalam memilih kelayakan seorang pemimpin atau presiden.

Demikian beberapa diantaranya  ajaran  yang dianut dan dipercayai Ahlussunnah Waljamaah atau sunni

 Image

KESIMPULAN

Sunni merupakan Ahl al-Sunnah wa al-Jama’ah atau Ahlus-Sunnah wal Jama’ah atau lebih sering disingkat Ahlul-Sunnah atau Sunni. Ahlussunnah adalah mereka yang senantiasa tegak di atas Islam berdasarkan Al Qur’an dan hadits yang shahih dengan pemahaman para sahabat, tabi’in, dan tabi’ut tabi’in

Akidah Ahlus Sunnah Waljamaah adalah akidah Islamiyah yang dibawa oleh Rasulullah  dan golongan Ahlus Sunnah Waljamaah adalah umat Islam.  Lebih jelasnya, Islam adalah Ahlus Sunnah Waljamaah dan Ahlus Sunnah Waljamaah itulah Islam. Sedang golongan-golongan ahli bid’ah, seperti Mu’tazilah, Syiah(Rawafid) dan lain-lain, adalah golongan yang menyimpang dari ajaran Rasulullah SAW yang berarti menyimpang dari ajaran Islam.

Sunni menjadikan Al Qur’an dan Sunnah sebagai rujukan utama dalam menetapkan hukum. Pengertian Sunnah dalam Sunni terbatas pada ucapan, perbuatan, dan pembenaran Nabi atas apa yang diucapkan/dilakukan sahabat-sahabat beliau. Sunni mengakui Ijma’ (consensus) sebagai salah satu sumber hukum,  dalam Sunni Ijma adalah consensus para ulama dalam masalah apapun. Serta Qiyas (analogi)

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Abbas nukman. 2007. Al asy’ari. Jakarta:erlangga

Ismail, faisal.1999. Islam idealitas ilahiyah dan realitas insaniyah.  Yogya:

adiwacana

Sou,yb , joesoef. 2004. Sejarah daulat khulafaur Rasydin. Jakarta: Bulan bintang

www.ijabi.org/ijabi.html: Perbedaan Sunni dan Syi’ah


[1] Traisal Ismail, Islam Idealitas Ilahiyah Dan Realitas Insaniyah  (Yogya : Adiwacana, 1999),   hal 189

[2] Nukman abbas , Al-Asy’ari  (Jakarta: Erlangga, 2007),   hal 93

[3] http://www.ijabi.org/ijabi.html: Perbedaan Sunni dan Syi’ah

[4]Nukman abbas , Al-Asy’ari, (Jakarta: Erlangga, 2007)  hal 94

[5] Joesoef sou’yb,  sejarah daulat khulafaur rasyidin (Jakarta, bulan bintang : 2004) ,  hal  540-541

Image

By dasarilmukomunikasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s