IDEOLOGI DAN STRATEGI MUHAMMADIYAH

IDEOLOGI DAN STRATEGI MUHAMMADIYAH

(Drs. H. Hamdan Hambali)

Image

 

Oleh: jangkung Sido Santoso : 112022000045

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO

2013

 

 

BAB I

Pendahuluan

1.         Gagasan dan Pokok Pikiran K.H.A. Dahlan

Alhamdulillah dengan ditulisanya buku Ideologi dan strategi Muhammadiyah sehingga gagasan pokok pikiran Muhammadiyah dapat dengan mudah dipahami oleh kader – kader muhammadiyah, karena memang KHA. Dahlam langsung mengaplikasikan ideology muhammdiyah yang akibatnya muhammadiyah pada awal berdirinya sangant miskin dengan gagasan dam pikiran muhammadiyah Setiap organisasi tidak dapat dipisahkan dari pendirinya. Demikian pula muhammadiyah. Ia tidak dapat dipisahkan dari K.H.A.Dahlan mengambil keputusan mendirikan persyarikatan muhammadiyah pada tahun 1912, itu dengan maksud agar gagasan dan pokok-pokok pikiran beliau dapat diwujudkan melalui persyarikatan yang beliau dirikan.

2.         Perlunya Rumusan Gagasan dan Pokok Pikiran K.H.A. Dahlan

Pokok-pokok pikiran formal itu dapat dikelompokkan menjadi dua jenis pokok pikiran, yaitu pokok pikiran yang bersifat ideologis dan pokok pikiran yang bersifat strategis. pokok pikiran yang bersifat ideologis, antara lain: Muqaddimah anggaran dasar Muhammadiyah (Th. 1951), Kepribadian Muhammadiyah (1961), Matan Keyakinan dan cita-cita Hidup Muhammadiyah (1969) dan pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (2000). Sedang pokok pikiran yang bersifat strategis adalah berupa Langkah Muhammadiyah Tahun 1938-1940, Khittah Muhammadiyah Tahun 1956-1959 (khittah Palembang), Khittah Perjuangan Muhammadiyah Tahun 1969 (khittah Ponorogo), Khittah Muhammadiyah Tahun 1971 (khittah Ujung Pandang), Khittah Perjuangan Muhammadiyah Tahun 1978 (khittah Surabaya), Khittah Muhammadiyah Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Tahun 2002 (khittah Denpasar).

Pokok pikiran yang bersifat ideologis adalah sumber dari prinsip ajaran Islam. Oleh karena itu substansinya bersifat tetap dan tidak berubah. Yang perlu barangkali adalah melakukan pembaharuan rumusan dan pengembangan maknanya, sehingga substans pokok pikiran itu tetap relevan dan komunikatif sepanjang waktu, tanpa mengubah, merevisi atau mengganti nilai-nilai dasar yang terkandung didalamnya.

Sedangkan pokok pikiran yang bersifat strategis yang dalam tradisi persyarikatan disebut khittah perjuangan, ia bersifat dinamis. Artinya khittah perjuangan itu dapat berubah, sesuai dengan terjadinya perubahan situasi dan kondisi yang dihadapi muhammadiyah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

Ideologi Muhammadiyah

Menurut kamus besar bahasa Indonesia ideologi bearti kumpulan konsep bersistem yg dijadikan asas pendapat (kejadian) yg memberikan arah dan tujuan untuk kelangsungan hidup.Sedang ideologi Muhammadiyah terkemas dengan rapi dalam Rumusan Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah (MADM), Kepribadian Muhammadiyah, Matan Keyakinan dan cita-cita Hidup Muhammadiyah (MKCH) dan Pedoman Hidup Islami (PHI) Warga Muhammadiyah. Dari kesemua rumusan ideologi tersebut memiliki satu benang merah yaitu penerapan, prinsip dari sumber ajaran Islam. Sejak awal dijelaskan bahwa KHA. Dahlan, tidak pernah merum,uskan Ideologi Muhammadiyah melalui tulisan namuh KHA. Dahlan langsung mengaplikasikanya dalam senbuah gerakan, ini mengakibatkan Muhammadiyah kekurangan tulisan berisi Rumusan sehingga untuk mempermudah menerjemahkan apa itu Muhammadiyah Ki BagusH.  Hadikusuma merumuskan MADM sebagai ideologi Muhammadiyah yang disyahkan pada muktamar Muhammadiyah. Berikut uraian ideologi Muhammadadiyah

 

A.        Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah

1.         Hakekat Muqaddimah Anggaran Dasar muhammadiyah

Sebagai sebuah ideologi, Muqaddimah Anggaran Dasar menjiwai segala gerak dan usaha muhammadiyah dan proses penyusunan sistem kerjasama yang dilakukan untuk mewujudkan tujuannya.

2.         Matan muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah

Isi dari MADM adalah QS. Alfatihah. Mudah-mudahan umat Islam dapatlah diantarkan kepintu gerbang syurga Jannatun Na’im dengan keridhaan Allah Yang Maha Rahman dan Rahim.

3.         Penjelasan Muqaddimah anggaran Dasar Muhammadiyah

a.         Landasan /Dasar Muhammadiyah didirikan

Muhammadiyah didirikanberlandaskan dan untuk mewujudkan pokokmpikiran yang merupakan prinsip-prinsip/ pendirian-pendirian bagi kehidupan dan perjuangan. Pokok pikiran/ prinsip/ pendirian yang dimaksud itu adalah hak dan niali hidup mhammadiyah secara ideologis.

b.         Proses lahirnya Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah

Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah dibuat oleh Ki Bagus H. Hadikusuma (ketua pengurus besar Muhammadiyah Th. 1942-1953) dengan bantuan beberapa sahabatnya. Dan merupakan hasil ungkapan Ki Bagus H. Hadikusuma menyoroti kembali pokok pikiran K.H.A. Dahlan yang merupakan keadaran beliau dalam perjuangan selama hidupnya, yang antara lain hasilnya ialah berdirinya persyarikatan Muhammadiyah.

c.         Kandungan Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah

1.         pokok pikiran pertama: Hidup manusia harus berdasar tauhid

2.         pokok pikiran Kedua: Hidup manusia itu bermasyarakat

3.         pokok pikiran Ketiga: hanya hukum Allah yang sebenar-benarnyalah satu-satunya yang dapat dijadikan sendi untuk membentuk pribadi yang utama dan mengatur ketertiban hidup bersama (masyarakat) dalam menuju hidup bahagia dan sejahtera yang hakiki, didunia dan akhirat.

4.         pokok pikiran Keempat: berjuang menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam untuk mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya, adalah wajib, sebagai ibadah kepada Allah berbuat ihsan dan islah kepada manusia/masyarakat.

5.         pokok pikiran Kelima: berjuang menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam untuk mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya, hanyalah akan berhasil bila dengan mengikuti jejak (ittiba) perjuangan para Nabi terutama perjuangan Nabi Besar Muhammad SAW.

6.         pokok pikiran Keenam: perjuangan mewujudkan pokok pikiran tersebut hanyalah akan dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan berhasil, bila dengan cara berorganisasi. Organisasi adalah satu-satunya alat atau cara perjuangan yang sebaik-baiknya.

7.         pokok pikiran Ketujuh: pokok pikiran/ prinsip/ pendirian seperti yang diuraikan dan diterangkan dimuka itu adalah yang dapat untuk melaksanakan ideloginya terutama untuk mencapai tujuan yang menjadi cita-citanya ialah terwujudnya masyaraka yang adil dan makmur lahir dan batin yang diridhai Allah ialah masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

B.        Kepribadian Muhammadiyah

1.         Pengertian dan Fungsi Kepribadian Muhammadiyah

Kepribadian Muhammadiyah adalah rumusan yang menggambarkan hakekat Muhammadiyah, serta apa yang menjadi dasar dan pedoman amal usaha dan perjuangan Muhammadiyah serta sifat-sifat yang dimilikinya. Yang berfungsi sebagai landasan, pedoman dan pegangan bagi gerak Muhammadiyah menuju cita-cita terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

2.         Matan kepribadian Muhammadiyah

a.         Apakah Muhammadiyah itu?

Yaitu suatu persyarikatan yang merupakan gerakan Islam , maksud gerakannya ialah dakwah Islam dan amar ma’ruf nahi munkar yang ditujukan kepada dua bidang: perseorangan dan masyarakat.

b.         Dasar dan Amal Usaha Muhammadiyah

Muhammadiyah mendasarkan segala gerak dan amal uusahanya atas prinsip-prinsip yang tersimpul dalam muqaddimah anggaran dasar yaitu:

1.         Hidup manusia harus berdasar tauhid

2.         Hidup manusia itu bermasyarakat

3.         mematuhi ajaran-ajaran agama Islam dengan keyakinan bahwa ajaran Islam itu satu-satunya landasan kepribadian dan ketertiban bersama untuk kebahagiaan dunia dan akhirat.

4.         menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam untuk mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya, adalah wajib, sebagai ibadah kepada Allah berbuat ihsan dan islah kepada manusia/masyarakat.

5.         ittiba kepada langkah perjuangan Nabi Muhammad SAW.

6.         melancarkan amal usaha dan perjuangan dengan ketertiban organisasi.

c.         Pedoman dan Amal usaha Perjuangan Muhammadiyah

“berpegan teguh akan ajaran Allah dan RasulNya, bergerak membangun disegenap bidang dan lapangan dengan menggunakan cara serta menempuh jalan yang diridhai Allah”.

d.         Sifat Muhammadiyah

1.         beramal dan berjuang untuk perdamaian dan kesejahteraan

2.         memperbanyak kawan dan mengamalkan ukhuwah islamiyah

3.         lapang dada, luas pandangan dengan memegang teguh ajaran Islam

4.         bersifat keagamaan dan kemasyarakatan

5.         mengindahkan segala hukum, undang-undang, peraturan serta dasar da falsafah negara yang sah

6.         amar ma’ruf nahi munkar

7.         aktif dalam perkembangan masyarakat dengan maksud islah dan pembangnan sesuai dengan ajaran Islam

8.         kerjasama dengan golongan Islam manapun juga dalam usaha menyiarkan dan mengamalkan agama Islam serta membela kepentingannya.

9.         membantu pemerintahdalam memelihara dan membangu negara untuk mencapai    masyarakat yang adl dan makmur yang diridhai Allah

10.       bersifat adil serta korektif kedalam dan keluar dengan bijaksana

3.         Sejarah Perumusan Kepribadian Muhammadiyah

a.         Apakah Kepribadian Muhammadiyah itu?

b.         Memahami Kepribadian Muhammadiyah

c.         Kepada Siapa Kepribadian Muhammadiyah ini Kita Pimpinkan/Berikan?

d.         Bagaimana cara Memberikan/ Menuntunkan?

C.        Keyakinan dan cita-cita Hidup Muhammadiyah

1.         Makna Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah

2.         Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah

3.         Sistematika dan Pedoman untuk memahami Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah

4.         Uraian Secara Singkat Mengenai Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah

D.        Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah

1.         Makna Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah

2.         Kandungan Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah

2.1       Pendahuluan

a.         Pemahaman

b.         Landasan dan Sumber

c.         Kepentingan

d.         Sifat

e.         Tujuan

f.          Kerangka

2.2       Pandangan Islam Tentang Kehidupan

2.3       Kehidupan Islami Warga Muhammadiyah

  1. Kehidupan Pribadi
  2. Kehidupan Dalam Keluarga
  3. Kehidupan Bermasyarakat
  4. Kehidupan Berorganisasi
  5. Kehidupan Dalam Mengelola Amal Usaha
  6. Kehidupan Dalam Berbisnis
  7. Kehidupan Dalam Mengembangkan profesi
  8. Kehidupan Dalam Berbangsa dan Bernegara
  9. Kehidupan Dalam Melestarikan Lingkungan
  10. Kehidupan Dalam Mengembangkan Ilmu dan Teknologi
  11. Kehidupan Dalam Seni dan Budaya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

Strategi Muhammadiyah

            Muhammadiyah yang memiliki identitas gerakan Tajdid (pembaharuan) yang memiliki dua makna yaitu Purifikasi (pemurnian) dan juga dinamisasi (perkembangan). Dalam mencapai kesuksesan dahwah maka Muhammadiyah harus membuat strategi yang sering disebut dengan langkah – langkah dan Khittah muhammadiyah. Pada zaman sekarang yang banyak sekali ormas dengan berbagai identitas dan karakter, menjadi tantangan tersendiri bagi muhammadiyah dalam berdakwah, maka sekarang ini muhammadiyah memperkuat dakwah dibidang pendidikan guna memerangi penyakit agama al: Tahayul, Bid’ah, Churafat (TBC) dari kesemua langkah dan juga Khittah, semua menuju kepada pendidikan, ini bearti Muhammadiyah memilih pencegahan terhadap TBC dengan merubah pola fikir masyarakat tentang hal tersebut, langkah ini menjadi efektif karena akan meminimalisir konflik, manun dakwah muhammadiyah terkesan menjadi lemah karena terkasan pula tidak berani melawan TBC secara terangan- terangan. Berikut adalah uraian strategi Muhammadiyah:

A. Langkah Muhammadiyah Tahun 1938-1940

1. 12 Langkah Muhammadiyah Tahun 1938-1940

1.         Memperdalam iman

Hendaklah iman ditablighkan, disiarkan seluas-luasnya, diberi riwayat dan dalil buktinya, dipengaruhnya dan digembirakan hingga iman itu mendarah daging, masuk di tulang sumsum dan mendalam di hati sanubari pada anggota Muhammadiyah semuanya.

  2.       Memperluas faham agama

Hendaklah faham agama yang sesungguhnya (murni) dibentangkan seluas-luasnya, diujikan dan diperbandingkan, sehingga para anggota Muhammadiyah mengerti dan meyakinkan bahwa Agama Islam yang paling benar, ringan dan berguna, hingga merasa nikmat mendahulukan amalan keagamaan itu.

3.         Memperbuahkan budi pekerti

Hendaklah iman ditablighkan, disiarkan seluas-luasnya, diberi riwayat dan dalil buktinya, dipengaruhnya dan digembirakan hingga iman itu mendarah daging, masuk di tulang sumsum dan mendalam di hati sanubari pada anggota Muhammadiyah semuanya.

4.         Menuntun amalan intiqad

Hendaklah senantiasa melakukan perbaikan diri kita sendiri (self correctio) dalam segala usaha dan pekerjaan itu. Buah penyelidikan perbaikan itu dimusyawarahkan secara khusus untuk mendatangkan kemaslahatan dan menjauhkan mudarat.

5.         Menguatkan persatuan

Hendaklah menjadi tujuan kita menguatkan persatuan organisasi, mengokohkan pergaulan persaudaraan, mempersamakan hak dan memerdekakan lahirnya pikiran-pikiran kita.

6.         Menegakkan keadilan

Hendaklah keadilan dijalankan semestinya walaupun terhadap diri sendiri, dan ketetapan yang sudah seadilnya dan dipertahankan di mana juga.

7.         Melakukan kebijaksanaan

Dalam gerak kita, tidaklah melupakan hikmat kebijaksanaan yang disendikan kepada Kitabullah dan Sunnah Rasulullah. Kebijaksanaan yang menyalahi kedua pegangan itu haruslah dibuang, karena itu bukanlah kebijaksanaan yang sesungguhnya.

8.         Menguatkan tanwir

Tanwir mempunyai pengaruh besar dalam kalangan organisasi Muhammadiyah dan menjadi tangan kanan yang bertenaga di sisi PP Muhammadiyah. Karenanya wajiblah Tanwir diperteguh dan diatur  sebaik-baiknya.

9.         Mengadakan Musyawarah

Untuk mengadakan garis yang tentu dalam langkah-langkah dan perjuangan kita, hendaklah diadakan musyawarah-musyawarah terutama untuk hal yang khusus dan penting seperti Usaha Dakwah Islam di seluruh Indonesia dan lain-lain.

10.       Memusyawaratkan putusan

Agar dapat meringankan dan memudahkan pekerjaan, hendaklah setiap putus mengenai tiap-tiap majlis/bagian, dimusyawarahkan dengan pihak yang bersangkutan, sehingga dapatlah mentanfidzkannya untuk mendapatkan hasil dengan segera.

11.       Mengawasi gerakan ke dalam

Pandangan kita hendaklah kita tajamkan, mengawasi gerak kita yang ada di dalam Muhammadiyah, baik mengenai yang sudah lalu, yang masih berlangsung maupun yang akan dihadapi.

12.       Memperhubungkan gerakan luar

Kita berdaya upaya untuk menghubungkan diri dengan pihak luar,  seperti persyarikatan-persyarikatan dan pergerakan-pergerakan lain di Indonesia dengan dasar silaturrahim, tolong-menolong dan segala kebaikan, dengan tidak mengubah asas masing-masing. Terutama perhubungan dengan persyarikatan dan pemimpin Islam.

2.1.KHITTAH MUHAMMADIYAH TAHUN 1956-1959

(KHITTAH PALEMBANG)

Muhammadiyah menetapkan Khittah ( langkah yang dibatasi dalam waktu yant tertentu ) untuk tahun 1956-1959 antara lain :

A.      Menjiwai Pribadi Para Anggota Terutama Para Pemimpin Muhammadiyah Dengan:

1.      Memperdalam dan mempertebal Tauhid.

2.      Menyempurnakan ibadah dengan khusuk dan tawadlu.

3.      Mempertinggi ahlak.

4.      Memperluas ilmu pengetahuan.

5.      Menggerakan muhammadiyah dengan penuh keyakinan dan rasa tanggung jawab, hanya  

         mengharapkan keridhoan Allah dan kebahaian umat.

B.      Melaksanakan Uswatun Hasanah :

1.    Muhammadiyah harus selalu dimuka membimbing arah pendapat umum.

2.    Menegakan agama islam.

3.    Membentuk rumah tangga bahagia.

4.    Mengatur hidupdan kehidupan antara rumah tangga dan tetangga.

5.    Anggota muhammadiyah harus menyesuaikan hidup dimasyarakat.

 

C.       Mengutuhkan Organisasi Dan Merapikan Administrasi :

1.    Memeliharah fitrah terhadap keutuhan organisasi dan administrasi.

2.    Memperkuat keahlian para pekerja dan pemimpin agar tetap segar dan giat.

3.    Menanamkan kesadaran organisasi.

4.    Administrsi dituntun menurut ketentuan yang ada.

 

D.      Memperbanyak Dan mempertinggi Mutu Amal

E.       Mempertinggi Mutu Anggota Dan Membentuk Kader.

F.       Memperarat Ukhuwah.

G.      Menuntun Penghidupan Anggota.

 

2.2.KHITTAH PERJUANGAN MUHAMMADIYAH

TAHUN 1969 (KHITTAH PONOROGO)

 

A.      Pola Dasar Perjuangan.

1.      Muhammadiyah berjuang untuk mewujudkan cita-cita dan keyakinan hidup yang bersumber ajaran islam dan da’wah islam serta amar ma’ruf nahi mungkar dalam arti proporsi yang sebenar-benarnya.

2.      Untuk melakukan perjuangan da’wah islam dan amar ma’ruf nahi mungkar sperti yang dimaksud diatas dan juga muhammadiyah sebagai organisasi memilih dan menempatkan diri sebagai Gerakan Islam Dan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar Dalam Bidang Masyarakat.

3.      Pada prinsipnya tidak diperbolehkan adanya perangkapaan jabatan terutamajabatan pimpinan antara keduanya.

 

B.      Program Dasar Perjuangan.

Dengan dakwah dan amar ma’ruf nahi mungkar dalam arti proporsi yang sebenarbenarnya, muhammadiyah harus mampu membuktikan bahwa ajaran islam mampu mengatur masyarakat dalam NKRI yang berpancasila dan ber UUD 1945 menjadi masyarakat yang adil dan makmur serta sejahtera, bahagia, materil, dan spritual yang diridhoi Allah SWT.

 

2.3. KHITTAH MUHAMMADIYAH TAHUN 1971

( KHITTAH  UJUNG PANDANG)

a.      Adalah Gerakan Da’wah Islam yang beramal dalam segala bidang kehidupan manusia dan masyarakat.

b.      Setiap anggota Muhammadiyah sesuai dengan hak asasinya dapat tidak memasuki atau memasuki organisasi lain, sepanjang tidak menyimpang dari ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam Persyarikatan Muham¬madiyah.

c.       Untuk lebih memantapkan muhammadiyah sebagai gerakan da’wah islam setelah pemilu tahun 1971, muhammadiyah melakukan amar ma’ruf nahi munkar secara konstruktif dan positif terhadap partai muslimin Indonesia.

d.      Untuk lebih meningkatkan partisipasi muhammadiyah dalam pelaksanaan pembangunan nasional.

 

2.4. KHITTAH PERJUANGAN MUHAMMADIYAH TAHUN 1978

( KHITTAH SURABAYA)

a.      Muhammadiyah adalah Gerakan Da’wah Islam yang beramal dalam segala bidang kehidupan manusia dan masyarakat, tidak mempunyai hubungan organisatoris dengan dan tidak merupakan afiliasi dari sesuatu partai politik atau organisasi apapun.

b.      Setiap anggota Muhammadiyah sesuai dengan hak asasinya dapat tidak memasuki atau memasuki organisasi lain, sepanjang tidak menyimpang dari Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, dan ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam Persyarikatan Muham¬madiyah.

 

2.5. KHITTAH MUHAMMADIYAH DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA TAHUN 2002( KHITTAH DEMPASAR)

Dalam Posisi yang demikian maka sebagaimana khittah Denpasar, muhammadiyah dengan tetap berada dalam kerangka gerakan dakwah dan tajdid yang menjadi fokus dan orientasi utama gerakannya dapat mengembangkan fungsi kelompok kepentingan atau sebagai gerakan social civil-society dalam memainkan peran berbangsa dan bernegara

 

 

 

 

 

 

 

 

Ideologi dan Strategi Muhammdiyah

    Pesan ahmad Dahlan:    

Hendaklah kamu jangan sekali-kali menduakan pandangan Muhammadiyah dengan perkumpulan lain.

Jangan sentimen, jangan sakit hati, kalau menerima celaan dan kritikan.

Jangan sombong, jangan berbesar hati, kalau menerima pujian.

Jangan jubriya (ngujub-kibir-riya).

Dengan ikhlas murni hatinya, kalau sedang berkembang harta benda, pikiran dan tenaga.

Harus bersungguh-sungguh hati dan tetap tegak pendiriannya (jangan was-was).

 

 

Pesan Kyai Haji Ahmad Dahlan yang disampaikan oleh Nyai Ahmad Dahlan ketika menerima kunjungan para Konsul Muhammadiyah yang tengah mengikuti Majelis (Sidang) Tanwir Pada hari Jumat 17 Agustus 1945.

By dasarilmukomunikasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s